Sakit Nyeri Di Pinggang

Kenali Beda Nyeri Pinggang Biasa dan Nyeri Pinggang Akibat Saraf Kejepit

Nyeri pinggang merupakan keluhan yang paling umum dirasakan orang segala usia, dari remaja hingga lanjut usia. Biasanya, nyeri pinggang muncul setelah mengangkat barang berat, terlalu lama duduk, atau terlalu lama berdiri. Namun ternyata, tidak semua nyeri pinggang disebabkan oleh pegal-pegal dan bisa hilang dengan sendirinya. Jika nyeri pinggang Anda berlangsung lama, mungkin ini tandanya Anda mengalami saraf kejepit. Apa beda gejala nyeri pinggang karena pegal dan nyeri pinggang karena saraf yang terjepit?

Membedakan gejala nyeri pinggang biasa dan nyeri pinggang akibat saraf kejepit

Nyeri pinggang Anda disebabkan oleh pegal-pegal, jika…

Gejalanya dimulai dengan rasa sakit di bagian punggung bawah, dari bawah tulang rusuk hingga ke area pinggang. Pada awalnya pinggang hanya terasa pegal, namun lama kelamaan sakitnya terasa menusuk sehingga sulit untuk bergerak atau berdiri tegak. Nyeri pinggang ini biasanya terjadi karena adanya otot menegang sehabis melakukan perkerjaan berat.

Nyeri pinggang karena pegal bisa membaik dengan sendirinya. Namun, jika Anda tidak kunjung memulih dalam 72 jam, sebaiknya konsultasikan ke dokter karena dikhawatirkan menjadi tanda kondisi serius lainnya.

Nyeri pinggang Anda disebabkan oleh saraf kejepit, jika…

Muncul beberapa gejala berikut:

  • Rasa sakit dan mati rasa, paling sering terjadi di satu sisi tubuh
  • Rasa sakit yang meluas ke lengan atau tungkai Anda
  • Rasa sakit yang memburuk di malam hari atau dengan gerakan tertentu
  • Rasa sakit yang memburuk setelah berdiri atau duduk
  • Rasa sakit saat berjalan barang sebentar saja
  • Kelemahan otot yang berlebih
  • Kesemutan, sakit, atau sensasi terbakar di daerah yang terkena
  • Rasa sakit terjadi berkepanjangan dan tidak bisa sembuh dengan sendirinya

Dalam bahasa medis, saraf kejepit dikenal sebagai hernia nucleus pulposus (HNP). Saraf yang terjepit diakibatkan oleh gangguan saraf yang mengakibatkan menonjolnya lapisan/bantalan permukaan ruas tulang belakang dari ruang antar ruas tulang.

Tonjolan tersebut dapat menekan saraf dan menyebabkan nyeri yang luar biasa hebat. Anda dapat mengalami kondisi ini di bagian bagian tulang belakang Anda, dari leher sampai ke punggung bawah. Seperti halnya nyeri punggung bawah, 90% kasus saraf kejepit terjadi di daerah punggung bawah atau disebut HNP lumbalis.

Beda intensitas gejalanya, beda kondisinya

Dari gejala yang telah dipaparkan, perbedaan nyeri pinggang biasa dan nyeri pinggang karena saraf terjepit bisa dibedakan dari jenis dan lokasi timbulnya nyeri, serta intensitas keparahan rasa nyeri. Hal ini bisa menjadi acuan Anda jika suatu saat Anda, atau orang terdekat Anda mengalami kondisi seperti ini. Konsultasikan lebih lanjut ke dokter mengenai kondisi Anda untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan terbaik.

Cara mengurangi risiko saraf kejepit

Meminimalkan risiko terjadinya saraf kejepit bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:

  • Pertahankan berat badan yang sehat, jangan terlalu gemuk juga jangan terlalu kurus.
  • Jika Anda mau mengangkat sesuatu yang berat, maka gunakan teknik yang aman. Tekuk lutut terlebih dahulu baru kemudian angkat barang. Jangan langsung mengangkatnya dengan posisi tubuh membungkuk karena akan meningkatkan risiko saraf kejepit.
  • Lakukan peregangan secara berkala jika Anda sudah duduk terlalu lama.
  • Lakukan latihan untuk menguatkan otot punggung, kaki, dan perut.

Disini Kami Merekomendasikan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli Yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa Untuk Membantu Mengatasi Sakit Pinggang saraf Terjepit. Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli Mengandung Batu Tourmaline Yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa Untuk Menjadi Sumber Muatan Listrik Yang Mampu Memancarkan gelombang Inframerah Dan Ion Negatif . Saat Ini Telah Di Ketahui Sebagai Fakta batu Tourmaline Dapat membantu Proses Detoksifikasi Tanpa Terlihat. Untuk Itu Jaga Selalu Kesehatan Pinggang Anda Dengan Menggunakan Selalu Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli.

Mengatasi Nyeri Otot dan Sendi

Pilihan Obat yang Efektif Atasi Nyeri Sendi dan Nyeri Otot

Nyeri sendi dan nyeri otot merupakan masalah yang kerap dialami setiap orang ketika beraktivitas. Ada beragam pilihan obat yang efektif mengatasi nyeri sendi. Obat-obatan tersebut bisa dalam bentuk obat minum, obat suntik, hingga obat oles.

Berdiri terlalu lama, melompat, mengangkat beban berat, olahraga berlebihan, dan cedera merupakan sebagian dari penyebab nyeri sendi atau otot. Kondisi medis tertentu seperti osteoarthritis, asam urat, atau rheumatoid arthritis juga bisa menjadi penyebab terjadinya nyeri pada sendi dan otot.  Di Indonesia, orang umumnya menggunakan balsem panas untuk mengatasi nyeri sendi dan nyeri otot. Mereka percaya bahwa semakin panas balsem maka akan semakin efektif dan cepat mengusir nyeri sendi. Balsem panas atau kompres air panas memang memberi efek hangat dan terasa enak ketika dioleskan di daerah nyeri. Beberapa ahli bahkan menyarankan kompres es yang dibalut handuk tipis untuk lebih membantu dalam meredakan nyeri. Namun, sebenarnya cara-cara tersebut hanya mengurangi dan memberikan rasa nyaman seketika, tetapi tidak mengatasi peradangan yang menimbulkan nyeri pada sendi dan otot Anda.

Berikut beberapa pilihan obat yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi nyeri sendi:

Obat Minum (Tablet, Pil)

  • Paracetamol efektif untuk meredakan nyeri sendi ringan tanpa pembengkakan. Tak hanya nyeri sendi, paracetamol juga digunakan untuk mengobati rasa sakit ringan dan sedang seperti sakit kepala, kram menstruasi, sakit gigi, sakit punggung, osteoarthritis, bahkan untuk meredakan demam.
  • Obat nyeri sendi yang tergolong dalam obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) seperti aspirin, ibuprofen, naproxen sodium juga dapat digunakan untuk mengatasi nyeri sendi tingkat sedang hingga berat. Gunakan hanya pada saat sakit atau sesuai dengan petunjuk dokter. Karena obat golongan OAINS juga dapat memiliki efek samping, seperti gastritis (maag) dan berpotensi meningkatkan risiko pendarahan gastrointestinal. Obat golongan OAINS baru yang dikenal sebagai Cox-2 inhibitor juga baik untuk menghilangkan rasa sakit dengan efek samping yang minimal.
  • Obat opioid yang lebih kuat mungkin akan diresepkan dokter apabila Anda mengalami nyeri sendi yang hebat. Penggunaan obat ini harus diberikan dalam pengawasan dokter, karena dapat menyebabkan mual, penurunan kesadaran, kecanduan dan ketergantungan.
  • Obat yang digunakan untuk mengatasi kram otot bisa diberikan bersamaan dengan obat golongan OAINS untuk meningkatkan efek meredakan nyeri yang dialami.

Obat Topikal atau Oles (Krim atau Gel)

  • Capsaicin
    Obat oles (umumnya dalam bentuk krim) yang mengandung capsaicin dapat digunakan untuk mengurangi nyeri sendi yang diakibatkan oleh arthritis dan kondisi lain. Capsaicin membantu mengirimkan sinyal rasa sakit yang akan memicu pelepasan endorfin (zat kimia tubuh yang menahan rasa sakit). Namun krim capsaicin bisa menimbulkan sensasi perih atau menyengat di area yang diolesi krim ini.
  • Natrium diklofenak
    Obat oles dengan kandungan natrium diklofenak merupakan obat yang efektif, aman dan efektif meredakan nyeri sendi. Natrium diklofenak termasuk dalam kelompok obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang bekerja dengan cara menghentikan produksi zat penyebab rasa sakit dan peradangan. Selain bekerja sebagai antinyeri, obat golongan OAINS seperti natrium diklofenak juga memiliki efek lain seperti pereda demam dan anti-radang. Aplikasikan gel natrium diklofenak di area kulit yang terasa nyeri untuk meredakan rasa sakit atau nyeri pada persendian, seperti lutut, pergelangan kaki, kaki, siku, pergelangan tangan, dan tangan. Tidak seperti krim capsaicin yang menimbulkan rasa panas menyengat, gel natrium diklofenak mengatasi nyeri sendi namun tetap terasa nyaman di kulit. Obat oles yang mengandung natrium diklofenak juga aman digunakan karena memiliki efek samping yang minimal, berupa iritasi lokal pada kulit (kulit kering atau dermatitis kontak). Namun, efek samping inipun biasanya timbul pada penggunaan gel natrium diklofenak dalam jangka panjang.

Jika nyeri sendi dirasakan di banyak bagian tubuh, bisa digunakan natrium diklofenak jenis oral. Konsultasikan ke dokter apabila Anda memiliki riwayat penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti memiliki riwayat sakit jantung, operasi bedah jantung, tukak lambung, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, alergi obat, perokok, dan asma. Bagi wanita hamil dan yang mengonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan) juga disarankan untuk berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan obat ini. Anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun tidak disarankan menggunakan obat ini.

Yang perlu Anda pahami bahwa obat-obat tersebut hanya digunakan untuk mengatasi rasa nyeri dan bukan penyebab yang mendasarinya. Bagi penderita arthritis, penyakit sendi, atau tendinitis yang kerap mengalami nyeri sendi, dokter akan memberikan obat kortikosteroid dalam bentuk suntikan secara langsung ke sendi. Dalam beberapa kasus, dokter juga akan menyarankan tindakan operasi untuk mengeluarkan cairan di sendi atau penggantian sendi. Jika Anda mengalami efek samping dari penggunaan obat-obat di atas atau mengalami iritasi setelah pemakaian krim atau gel pereda nyeri sendi, segera temui dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Disini Kami Merekomendasikan Alat Terapi Pinggang Yang Dapat membantu Mengatasi Sakit Pinggang Nyeri Dan Tanpa Efek Samping Yang Berbahaya. Alat Terapi Pinggang Lysmelora mengandung Batu Tourmaline Yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa Untuk Menjadi Sumber Muatan Listrik Yang Mampu memancarkan Gelombang Inframerah Dan Ion Negatif. Saat Ini Telah Diketahui Sebagai Fakta Batu Tourmaline Dapat Membantu Poses DetoksifikasiTanpa Terlihat. Untuk Itu jaga Selalu Kesehatan Pinggang Anda Dengan Menggunakan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli.

Korset Untuk Terapi Syaraf Terjepit

Korset Untuk Terapi Syaraf Kejepit, Ini Yang Harus Anda Ketahui

Syaraf kejepit merupakan penekanan pada bagian saraf, yang disebabkan berbagai kondisi umumnya berhubungan dengan struktur atau adanya kelainan pada tulang belakang, atau adanya trauma pada tulang yang mengakibatkan penekanan saraf. Dalam beberapa literatur, selain terapi obat, dan bedah. Terapi konvensional seperti penggunaan korset untuk mengurangi nyeri membantu pasien syaraf kejepit.

Pada beberapa kasus penjepitan saraf dapat terjadi akibat postur tubuh atau posisi tubuh yang tidak sesuai saat bekerja. Duduk atau berdiri terlalu lama, hingga kebiasaan sering angkat beban berat menjadi pemicu terjadinya syaraf kejepit ini.

Penanganan untuk masalah syaraf kejepit beragam, mulai dengan obat-obatan penghilang nyeri, fisioterapi, penggunaan korset sampai pembedahan. Penanganan untuk masalah syaraf terjepit ini sendiri tergantung dari seberapa parah kondisi yang dialami pasien, serta sesuai hasil pemeriksaan oleh dokter spesialis bedah saraf, bisa saja hanya menggunakan korset.

Peran Korset Untuk Terapi Syaraf Kejepit

Penggunaan korset untuk penderita syaraf kejepit sering dianjurkan, utamanya pada pasien yang tidak perlu melakukan operasi atau belum saatnya operasi. Korset juga sangat disarankan untuk digunakan pada pasien setelah menjalani operasi tulang belakang baik itu dengan metode bedah terbuka mapun minimally invasive spine surgery.

Penggunaan korset lumbal sangat berguna saat letak penekanan syaraf atau kelainan pada pinggang atau punggung bagian bawah. Penggunaan korset bertujuan untuk mempertahankan postur yang baik dan mengurangi nyeri pada penderita syaraf terjepit.

Lama pemakaian korset lumbal dapat berbulan-bulan atau lebih bahkan bertahun-tahun bagi yang tidak perlu operasi, yang penting lakukan kontrol ulang untuk melihat perkembangan dari terapi. Korset lumbal untuk penderita syaraf kejepit dapat digunakan sepanjang beraktifitas, dan dapat dilepas saat mandi atau istirahat.

Beberapa hal yang penting Anda ketahui dalam penggunaan korset untuk terapi syaraf terjepit diantaranya adalah :

  1. Selalu gunakan korset sesuai anjuran dokter
  2. Lakukan kontrol sesuai yang disarankan dokter
  3. Hindari mengangkat beban berat
  4. Terapi korset sebaiknya dibarengi dengan fisioterapi
  5. Batasi gerakan yang terlalu ekstrim pada penderita syaraf terjepit
  6. HIndari gerakan berulang yang terlalu sering dilakukan
  7. Selalu pertahankan posisi tubuh yang baik
  8. Jaga berat badan ideal tubuh Anda

Pemilihan Korset

Korset dapat digunakan untuk menopang bahu dan otot bagian belakang. Dengan demikian penggunaan korset untuk penderita syaraf kejepit dapat mencegah perubahan postur atau mempertahankan posisi tubuh yang baik yang disarankan.

Perlu diketahui postur tubuh yang salah dapat memengaruhi penampilan, serta melemahkan otot perut dan punggung, yang meningkatkan risiko nyeri pada penderita syaraf kejepit. Maka dari itu penting bagi penderita syaraf kejepit menggunakan korset punggung agar posisi tubuh tetap terjaga baik.

Gunakan korset yang tidak terlalu ketat agar nyaman dipakai. Alih-alih memperbaiki postur tubuh, korset yang terlalu ketat malah akan menghambat sirkulasi atau peredaran darah. Pilih ukuran yang sesuai dengan anatomi tubuh Anda. Sangat disarankanmenyesuaikan secara bertahap tingkat kekuatan topangan dengan kebutuhan Anda.

Disini Kami Merekomendasikan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli Yang Nyaman Di Gunakan. Dapat Di Gunakan Saat Beraktivitas Maupun Lagi Santai. Alat Terapi Pinggang Lysmelora Mengandung Batu Tourmaline Yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa Untuk Menjadi Sumber Muatan Listrik Yang Mampu Memancarkan Gelombang Inframerah Dan Ion Negatif . Saat Ini Telah Di ketahui Sebagai fakta Batu Tourmaline Dapat Membantu Proses Detoksifikasi Tanpa Terlihat. Untuk Itu Jaga Selalu Kesehatan Pinggang Anda Dengan Menggunakan Selalu Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli.

Nyeri Punggung

Kenali 3 Jenis Nyeri Punggung Utama

Apa Jenis Nyeri Punggung yang Anda Alami?

Banyak struktur di tulang belakang yang dapat menyebabkan nyeri punggung.

Struktur anatomi tulang belakang benar-benar unik dan khusus dari segi bentuk dan fungsinya.

Struktur anatomi tulang belakang yang saling berhubungan dan saling tumpang tindih mampu menimbulkan keluhan nyeri/sakit punggung.

Selain itu, tulang belakang sangat rentan terhadap cedera karena mengalami banyak tekanan yang kuat: memutar, goncangan tiba-tiba, dan tekanan sehari-hari (seperti duduk atau berdiri terlalu lama, sikap tubuh yang buruk, aktivitas mengangkat benda berat, memutar badan, melompat, dll).

Secara umum, nyeri punggung berdasarkan struktur anatomi tulang belakang dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

  • Iritasi akar saraf besar yang menuju ke kaki dan lengan
  • Iritasi saraf yang lebih kecil di daerah cakram (diskus)
  • Ketegangan dan kekakuan otot-otot besar yang mendukung tulang belakang
  • Luka/trauma pada salah satu tulang, ligamen, atau sendi seluruh tulang belakang

Namun penyebab yang mendasari nyeri punggung mungkin sulit untuk diidentifikasi, karena dapat tunggal (berdiri sendiri) atau multiple (beberapa kelainan terjadi di waktu yang bersamaan dan saling menguatkan keluhan/gejala yang timbul).

Tiga Klasifikasi Umum Nyeri Punggung Bawah dan Nyeri Pinggang

1. Nyeri Punggung Aksial

Nyeri punggung aksial (axial back pain) merupakan jenis yang paling umum dari nyeri punggung bawah

Sifatnya non-spesifik yang artinya bahwa struktur anatomi yang bertanggung jawab untuk rasa sakit tidak perlu diidentifikasi karena gejala biasanya terbatas dan mereda seiring dengan waktu.

Sekitar 90% pasien dengan nyeri punggung bawah aksial sembuh dalam enam minggu.

Tanda-tanda dari nyeri punggung aksial (axial back pain):

  • Nyeri punggung dapat berbentuk tajam atau tumpul, terus-menerus atau hilang timbul
  • Nyeri punggung yang semakin parah dengan kegiatan tertentu (misalnya olahraga tertentu)
  • Nyeri punggung yang semakin parah dengan posisi tertentu (misalnya duduk untuk waktu yang lama)
  • Nyeri punggung yang hilang dengan istirahat
  • Nyeri punggung terbatas pada daerah punggung bawah. Tidak seperti masalah punggung bawah lainnya, jenis nyeri ini tidak dirasakan sampai ke bokong, paha dan kaki, atau area lain dari tubuh.

Berbagai struktur di punggung bawah dapat menyebabkan nyeri punggung aksial atau mekanik.

Seperti degenerasi diskus, masalah sendi facet, kerusakan jaringan lunak, ketegangan otot, ligamen, dan tendon, dan seringkali sulit untuk mengidentifikasi struktur anatomi sebagai penyebab yang mendasari nyeri pasien.

Diagnosis yang tepat untuk struktur yang menyebabkan nyeri punggung aksial ini jarang memiliki makna untuk pengobatan.

Hanya pada kasus-kasus kronis dan parah, evaluasi lebih lanjut dan diagnosis membantu.

Gejala nyeri punggung aksial, akan membaik sejalan dengan waktu, dan sekitar 90% dari pasien dengan nyeri punggung aksial sembuh dalam enam minggu.

Jika nyeri punggung aksial kembali sakit dan berlanjut selama lebih dari enam sampai delapan minggu, mungkin suntikan epidural berguna untuk mendiagnosis dan mengobati sumber nyeri punggung aksial.

Untuk pasien dengan nyeri punggung kronis yang berat dan menghambat kemampuan mereka untuk berfungsi dalam kegiatan sehari-hari.

Penyakit diskus degeneratif atau masalah lainnya dapat diidentifikasi sebagai sumber rasa sakit.

Operasi penggantian diskus, atau pilihan bedah lainnya mungkin dapat dipertimbangkan apabila pengobatan konservatif tidak memberikan hasil yang optimal.

2. Nyeri Punggung Alih (Referred Back Pain)

Tipe nyeri punggung bawah yang lain adalah nyeri punggung alih.

Nyeri alih punggung bawah bervariasi, berkaitan dengan tingkat keparahan dan kualitasnya.  

Jenis nyeri punggung alih ini berbeda dengan jenis nyeri punggung aksial atau nyeri punggung radikuler (linu panggul).

Tanda-tanda Nyeri Punggung Alih

  • Rasa nyeri di punggung cenderung ringan, dirasakan sebagai rasa pegal, menjengkelkan dan berpindah (bergerak di sekitar), sifatnya hilang timbul.
  • Rasa nyeri dirasakan di punggung bawah dan di daerah pangkal paha, bokong dan paha atas dan jarang sampai di bawah lutut.
  • Rasa sakit dirasakan di area yang lebih luas karena adanya interkoneksi yang luas dari saraf sensorik yang mempersarafi banyak jaringan dari punggung bawah, panggul dan paha.

Cedera pada salah satu struktur dapat menyebabkan rasa sakit di struktur lainnya.

Namun penting untuk dipahami bahwa jenis nyeri alih berbeda dengan nyeri karena “saraf terjepit”.

Perbedaan antara nyeri alih dengan nyeri radikuler sangat penting karena pengobatan dari dua jenis nyeri tersebut akan berbeda.

3. Nyeri Punggung Radikuler

Nyeri punggung radikuler merupakan bentuk nyeri punggung bawah yang lain.

Nyeri punggung radikuler sering timbul sebagai akibat kompresi (jepitan) atau peradangan dan atau cedera pada saraf tulang belakang.

Sifat dari nyeri punggung radikuler atau nyeri punggung yang dijalarkan:

  • Rasa sakit akan dipancarkan ke bagian belakang kaki hingga ke betis atau kaki. Langsung sepanjang perjalanan dari akar saraf tertentu tulang belakang.  

Dalam bahasa awam digambarkan sebagai linu panggul (sciatica).

  • Rasa sakit pada nyeri punggung radikuler sering mendalam dan mantap, dan biasanya dapat direproduksi (dipicu) dengan kegiatan dan posisi tertentu, seperti duduk atau berjalan.
  • Nyeri punggung radikuler dapat disertai dengan mati rasa dan kesemutan, kelemahan otot dan hilangnya refleks tertentu.

Ketika telah terjadi disfungsi saraf sering disebut “radiculopathy“.

Linu panggul atau sering disebut dengan istilah sciatica, adalah salah satu bentuk yang paling umum dari nyeri punggung radikuler yang disebabkan oleh kompresi saraf tulang belakang di daerah punggung bawah.

Linu panggul atau sciatica sering disebabkan oleh kompresi akar saraf tulang belakang yang lebih rendah yaitu pada Lumbal 5 (L5) dan Sakral 1 (S1).

Pada kondisi linu panggul atau sciatica, rasa sakit di kaki biasanya jauh lebih buruk dari nyeri punggung bawahnya.

Juga daerah-daerah tertentu dari kaki dan/atau kaki yang terpengaruh bergantung pada saraf di daerah punggung bawah yang dipengaruhi.

Kompresi akar saraf lumbal yang lebih tinggi seperti Lumbal 2 (L2), Lumbal 3 (L3) dan Lumbal 4 (L4) dapat menyebabkan nyeri radikuler ke depan paha dan tulang kering.

Dengan adanya berbagai jenis nyeri punggung yang memiliki karakteristik nyeri yang berbeda-beda.

Dokter akan mengumpulkan informasi terlebih dahulu melalui riwayat medis menyeluruh dan pemeriksaan fisik.

Mendiskusikan gejala yang timbul dan mungkin melakukan tes diagnostik (seperti rontgen atau MRI scan) untuk menganalisis dan membedakan kondisi yang mendasari rasa sakit/nyeri punggung yang terjadi.

Jika memang ditemukan kelainan anatomis yang diduga menjadi penyebab keluhan/gejala, maka mudah bagi dokter untuk menentukan jenis terapi yang tepat sesuai dengan kelainan yang terjadi.

Namun seringkali setelah dilakukan banyak pemeriksaan dan kunjungan ke banyak dokter, tidak ditemukan satupun kelainan anatomi yang jelas untuk sakit punggung yang dikeluhkan.

Jika terjadi hal seperti ini, perawatan dengan berbagai pilihan perawatan non-bedah (perawatan konservatif) sangat diperlukan untuk membantu meringankan atau mengelola rasa sakit.

Kadang dalam sesi perawatan konservatif akan ditinjau pula faktor psikologis, seperti depresi dan sulit tidur, yang sering membuat rasa sakit menjadi lebih buruk.

Untuk sakit punggung persisten dan/atau dengan gejala neurologis yang cukup berat diperlukan dokter yang kompeten dibidangnya atau yang memenuhi syarat untuk menegakkan diagnosis.

Tapi Anda Jangan Khawatir Disini Kami Merekomendasikan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli Yang Mengandung Batu Tourmaline Yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa Untuk Menjadi Sumber Muatan Listrik Yang Mampu Memancarkan Gelombang Inframerah dan Ion Negatif . Saat Ini Telah Diketahui Sebagai Fakta Batu Tourmaline Dapat Membantu Proses Detoktifikasi Tanpa Terlihat. Sehingga Alat Terapi Pinggang Lysmelora Dapat Membantu Menyembuhkan sakit Pinggang Di Punggung Seperti Yang Anda Keluhkan Saat Ini. Untuk Itu Jaga Selalu Pinggang Anda Dengan Menggunakan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli.

Buah Yang Baik Untuk Sakit Pinggang

Ini Buah yang Baik Untuk Penderita Sakit Pinggang

Sakit pinggang merupakan keluhan yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Meski bisa hilang dengan sendirinya, sakit pinggang bisa jadi tanda dari suatu penyakit yang membahayakan!

Tidak harus selalu diatasi dengan minum obat pereda nyeri, meredakan rasa sakit di pinggang juga bisa ditangani dengan makan buah-buahan tertentu. Buah apa saja yang baik dikonsumsi untuk penderita sakit pinggang?

Nutrisi Penting untuk Penderita Sakit Pinggang

Sakit pinggang umumnya terjadi karena cedera pada sendi, otot, dan tulang bagian belakang. Namun tak jarang, sakit atau nyeri pinggang ini dapat terjadi akibat peradangan atau inflamasi di area tersebut.

Dilansir dari Everyday Health, Dana Geene, MS, RD, LDN, seorang ahli gizi di Amerika Serikat mengatakan, dengan memenuhi asupan nutrisi yang tepat, kesehatan tulang, otot, dan sendi di sekitar pinggang dapat terjaga.

Maka agar terhindar dari segala jenis nyeri, mengonsumsi buah dan sayuran berwarna gelap dikatakan dapat membantu atasi sakit pinggang.

Ini karena buah dan sayuran tersebut umumnya mengandung zat antiinflamasi yang dapat meredakan peradangan pada sendi serta otot manusia.

Tidak hanya itu, makanan yang mengandung omega-3 tinggi juga terbukti bisa mengobati peradangan pada otot pinggang. Pasalnya, asam lemak omega-3 dapat mengendalikan reaksi imun dalam tubuh yang memicu sakit pinggang.

Dengan pemenuhan nutrisi tepat, maka rasa sakit atau nyeri di pinggang lama kelamaan bisa teratasi.

Karena, protein dapat membantu proses pemulihan otot dan tulang di sekitar pinggang. Zat protein yang tinggi pun dapat diperoleh dari makan buah, sayur, dan daging.

Deretan Buah untuk Penderita Sakit Pinggang

Buah jadi salah satu makanan sehat yang dianjurkan dikonsumsi tubuh secara rutin. Selain mengandung vitamin dan mineral lengkap, buah juga bermanfaat sebagai asupan yang bisa meredakan dan mengobati sakit pinggang. Berikut berbagai jenis buah yang bisa Anda konsumsi:

1. Buah Ceri

Meskipun tergolong mahal, khasiat yang diberikan buah ceri untuk tubuh cukup baik, lho. Bagaimana tidak? Buah merah mungil ini mengandung zat antioksidan yang mampu memperlambat proses peradangan di dalam tubuh.

Dengan kata lain, sakit pinggang yang disebabkan karena peradangan bisa dibantu diatasi dengan makan buah ceri.

2. Buah Pisang

Makanan yang mengandung kalium tinggi seperti buah pisang juga baik dikonsumsi untuk penderita sakit pinggang.

Tidak hanya menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh, kalium pada pisang juga berkhasiat menjaga fungsi otot, saraf, serta mengurangi pembengkakkan pada otot pinggang

3. Delima

Selain buah ceri, buah lainnya yang juga mengandung antioksidan tinggi adalah delima. Menurut dr. Devia, buah berdaging merah ini mampu mengurangi rheumatoid arthritis secara keseluruhan.

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyerang dan menyebabkan peradangan pada sendi. Tidak hanya itu, rheumatoid arthritis juga bisa merusak jaringan lainnya di sekitar sendi, seperti kulit dan paru-paru,” kata dr. Devia.

4. Anggur Merah

Anggur merah bisa dikonsumsi untuk meredakan nyeri kronis di pinggang.

Buah ini diketahui memiliki kandungan zat antiinflamasi yang disebut dengan resveratrol. Zat ini dipercaya dapat  mengurangi nyeri pada sendi maupun otot.

5. Nanas

Nanas cukup dikatakan ampuh untuk membantu mengatasi nyeri pinggang. Pasalnya, buah tropis ini mengandung enzim bromelain yang berperan sebagai agen antiinflamasi untuk meredakan kondisi peradangan serta penyakit lainnya.

Asupan Ini Juga Baik untuk Penderita Sakit Pinggang

Selain lima buah di atas, ada beberapa asupan lain yang dipercaya bisa membantu mengatasi rasa sakit pinggang, seperti:

  • Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti gandum dan pasta. Karbohidrat kompleks dapat memberikan energi dalam tubuh tanpa memperburuk kondisi peradangan di pinggang.
  • Makanan yang mengandung magnesium tinggi, di antaranya sayuran berwarna hijau gelap seperti brokoli dan bayam, dipercaya memiliki kandungan magnesium yang dapat melawan peradangan pada otot.
  • makanan yang mengandung kalsium tinggi seperti susu, keju, yoghurt. Kalsium dapat membantu menyehatkan tulang, otot, dan sendi dalam tubuh.

Itulah beberapa informasi mengenai buah untuk penderita sakit pinggang yang perlu Anda tahu.

Disini Kami Merekomendasikan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli Yang Mengandung Batu Tourmaline Yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa Untuk Menjadi Sumber Muatan Listrik  Yang Mampu Memancarkan Gelombang Inframerah Dan Ion Negatif . Saat Ini telah Di ketahui Sebagai Fakta Batu Tourmaline Dapat Membantu Proses Detoksifikasi Tanpa Terlihat. Untuk Itu Jaga Selalu Kesehatan Pinggang Anda Dengan Menggunakan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli.

Sakit Pinggang Saraf Terjepit

Saraf Kejepit Bisa Menyebabkan Sakit Pinggang, Ini Alasannya

Saraf kejepit, atau dalam bahasa medis disebut hernia nukleus pulposus, dapat menyebabkan sakit pinggang. Kondisi ini terjadi akibat gangguan saraf yang menyebabkan menonjolnya bantalan permukaan ruas tulang belakang dari ruang antar ruas tulang. 

Tonjolan tersebut dapat menekan saraf, sehingga menimbulkan nyeri hebat pada pinggang. Namun, rasa nyeri juga bisa terjadi dari leher hingga punggung bawah, tergantung lokasi saraf yang mengalami gangguan. Meski begitu, kebanyakan kasus saraf kejepit terjadi di area punggung bawah, atau disebut hernia nucleus pulposus lumbalis. 

Penyebab Saraf Kejepit

Penggunaan istilah saraf kejepit bisa dibilang tidak terlalu tepat menggambarkan kondisi hernia nucleus pulposus. Kondisi ini terjadi karena adanya tekanan berlebih, dengan banyak hal yang bisa jadi penyebabnya. Berikut beberapa di antaranya:

  • Cedera.
  • Rheumatoid arthritis.
  • Posisi tubuh yang salah, tetapi berulang. Misalnya, salah posisi duduk saat bekerja.
  • Obesitas.

Tekanan berlebih pada saraf itu diberikan oleh jaringan di sekitarnya, seperti otot dan tulang. Selain itu, pembengkakan sumsum tulang belakang juga bisa menjadi penyebab saraf kejepit, karena saluran pada tulang menyempit. Saraf yang kejepit akan mengalami gangguan fungsi. 

Pada umumnya, kondisi ini dapat membaik dalam beberapa waktu, tetapi pada kasus tertentu juga bisa berlangsung lama (kronis), hingga menyebabkan kerusakan saraf permanen. 

Bagaimana Gejala Saraf Kejepit?

  • Nyeri di area saraf yang kejepit, atau area di sekitarnya.
  • Rasa kesemutan dan sensasi seperti tertusuk-tusuk jarum atau kesetrum.
  • Rasa seperti terbakar.
  • Rasa kebas di kulit.
  • Mati rasa pada kaki atau tangan.
  • Hilangnya kemampuan untuk merasakan panas, dingin, nyeri, atau sentuhan di sekitar area kulit.
  • Melemahnya otot di area yang terdampak.

Pada beberapa kasus, saraf kejepit juga dapat menyebabkan gangguan fungsional di tubuh. Terutama jika saraf yang terjepit berada di bagian punggung bawah. Gangguan fungsional yang dapat terganggu dapat berupa kemampuan mengendalikan rasa ingin buang air kecil dan besar, hingga menyebabkan penderitanya mengompol.

Jika kamu mengalami satu atau beberapa gejala tersebut, segera download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. 

Pengobatan Rumahan untuk Redakan Gejala Saraf Kejepit

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala saraf kejepit di rumah, yaitu:

1.Banyak Istirahat

Penting untuk tidur dan istirahat yang cukup, ketika mengalami saraf kejepit. Sebab, saat tidur, tubuh akan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi di dalamnya, termasuk pada saraf.

2.Perbaiki Postur Tubuh

Cobalah perbaiki postur tubuh ketika berdiri atau duduk, untuk meredakan rasa nyeri akibat saraf kejepit. Kamu bisa gunakan bantal, kursi yang dapat disesuaikan, dan sandaran leher ketika duduk, untuk meringankan tekanan pada saraf.

3.Buat Lingkungan Kerja Nyaman

Buatlah tempat kerja senyaman mungkin. Posisikan barang-barang yang dibutuhkan agar lebih ergonomis. Misalnya, memposisikan layar komputer sejajar dengan mata, sehingga tidak harus menunduk terlalu lama, atau sesekali bekerja sambil berdiri agar tulang belakang tetap fleksibel.

4.Lakukan Pemanasan Ringan dan Yoga

Lakukan pemanasan ringan dan yoga, untuk mengurangi tekanan pada saraf di area yang terganggu. Namun, jangan lakukan secara berlebihan karena dapat memperburuk gejala.

5.Naikkan Kaki

Metode ini bisa dicoba untuk mengatasi gejala saraf punggung bawah yang terjepit. Cobalah untuk menaikkan kaki dan sandarkan di tembok, sehingga membentuk sudut 90 derajat. Tekuk lutut dan pinggang ketika melakukannya.

6.Kompres Dingin dan Hangat

Kompres hangat dapat membuat otot menjadi rileks, sehingga mengurangi tekanan ke saraf. Hal ini juga akan membantu memperlancar aliran darah, sehingga proses penyembuhan bisa terbantu. Jadi, kompres area saraf kejepit dengan handuk hangat selama 10-15 menit.

Sementara itu, kompres dingin dapat membantu meredakan pembengkakan dan peradangan jaringan, sehingga membuat saraf tidak lagi tertekan. Kamu bisa mengompres area saraf yang terjepit dengan handuk dingin selama 10-15 menit.

Disini Kami Merekomendasikan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Untuk Membantu Menyembuhkan Sakit Pinggang Karena Saraf Terjepit. Alat Terapi Pinggang Lysmelora Mengandung Batu Tourmaline Yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa Untuk menjadi Sumber Muatan Listrik Yang Mampu Memancarkan Gelombang Inframerah Dan Ion Negatif. Saat Ini Telah Di Ketahui Sebagai Fakta Batu Tourmaline Dapat Membantu Proses Detoksifikasi Tanpa Terlihat. Untuk itu Jaga Selalu Kesehatan Pinggang Anda Dengan Selalu Menggunakan Alat terapi Pinggang Lysmelora Asli.

Sakit Pinggang Terlalu Lama Duduk

Bahaya Duduk Terlalu Lama Perlu Diwaspadai, Ini Cara Mencegahnya

Coba hitung, dalam sehari berapa lama kamu duduk? Mulai dari mengetik di depan laptop kantor, berkendara berangkat dan pulang kantor, makan siang, hingga nonton TV di rumah. Hati-hati, sering duduk terlalu lama dapat membahayakan kesehatan, lho!

Selain membuat otot dan sendi lebih lemah serta kaku karena kurang aktif bergerak, duduk terlalu lama juga dapat memperlambat metabolisme tubuh. Hal ini tentu akan menyebabkan penurunan kinerja tubuh dalam mengatur tekanan darah, menjaga kadar gula darah, serta memproses lemak, sehingga meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam penyakit.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang pekerjaannya lebih banyak duduk dinilai berisiko 2 kali lipat untuk mengalami serangan jantung dibandingkan orang yang banyak bergerak dalam pekerjaannya.

Risiko Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Duduk terlalu lama sebenarnya tidak akan langsung menimbulkan bahaya. Namun, jika keseharianmu sering dihabiskan dengan duduk dan tidak aktif bergerak, berbagai penyakit bisa mengintaimu.

Berikut ini adalah beberapa risiko kesehatan yang mungkin dialami akibat terlalu banyak duduk:

1. Nyeri otot dan atrofi otot

Duduk terlalu lama bisa membuat otot punggung, bahu, dan pinggul bekerja lebih banyak sehingga menjadi kaku, pegal, dan nyeri. Nyeri akan bertambah parah dan lebih cepat datang jika kamu keseringan duduk dengan postur yang tidak benar.

Di lain sisi, kaki dan bokong yang jadi jarang digerakkan bisa mengalami atrofi otot, sehingga otot-otot tersebut menjadi lemah. Risikonya, kamu akan rentan mengalami cedera.

2. Sakit pinggang

Selain pada otot, duduk terlalu lama juga dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, terutama di bagian pinggang. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya hernia nukleus pulposus yang dapat menyebabkan nyeri kronis.

3. Perut buncit

Duduk terlalu lama dapat menyebabkan berkurangnya produksi lipoprotein lipase yang berfungsi untuk mengolah lemak dan gula tubuh. Jadi, duduk terlalu lama bisa menyebabkan lemak dalam tubuhmu menumpuk. Kamu juga lebih berisiko terkena sindrom metabolik yang ditandai dengan kenaikan berat badan dan perut buncit.

4. Deep vein thrombosis (DVT)

Terlalu lama duduk juga bisa menyebabkan deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam, yaitu penggumpalan darah pada pembuluh darah vena bagian dalam, umumnya pada area tungkai.

Kondisi ini dapat menyebabkan bengkak dan nyeri pada kaki. Jika dibiarkan DVT bisa berdampak serius, karena gumpalan darah bisa terlepas, mengalir ke paru-paru, kemudian menyebabkan emboli paru.

5. Osteoporosis

Bergerak tidak hanya bermanfaat untuk menguatkan otot, tapi juga untuk memadatkan tulang. Itulah mengapa orang lanjut usia yang sudah tidak aktif lebih berisiko terkena osteoporosis. Nah, jika sejak muda tidak aktif bergerak dan lebih banyak duduk atau bersantai, kamu berisiko mengalami osteoporosis lebih cepat.

6. Diabetes dan penyakit kardiovaskular

Duduk terlalu lama juga dapat menurunkan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin, sehingga penyerapaan gula darah ke dalam sel proses pembentukan gula menjadi energi menjadi terganggu. Kondisi ini membuatmu berisiko mengalami diabetes tipe 2 serta penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke.

7. Kanker

Meski alasannya belum dapat dipastikan, riset menemukan adanya keterkaitan antara sering duduk terlalu lama dengan meningkatnya risiko terkena beberapa jenis kanker, seperti kanker kandung kemih atau kanker usus.

Yuk! Selalu Bergerak Aktif Setiap Harinya

Bagi sebagian orang yang sulit untuk mengurangi waktu duduk saat bekerja atau beraktivitas, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari berbagai dampak terlalu lama duduk, yaitu:

  • Pasang pengingat setiap 30 menit untuk berdiri sejenak atau berjalan-jalan sebentar di sela waktu kamu bekerja.
  • Cobalah untuk mengetik sambil berdiri selama beberapa saat.
  • Gunakan kursi ergonomis yang mendukung postur tubuh saat duduk
  • Berdiri dan berjalanlah saat menelepon atau hendak berdiskusi dengan rekan kerja.
  • Gunakan tangga dibanding lift, jika hanya untuk turun atau naik 1–2 lantai.
  • Pilih untuk berdiri dalam bus atau kereta saat di jalan pulang pergi beraktivitas.
  • Ganti saluran TV dengan mendekati TV daripada menggunakan remote control.
  • Lakukan hobi yang memungkinkan kamu aktif bergerak, seperti bersepeda, memasak, atau menari.
  • Bersihkan rumah di saat waktu luang karena aktivitas ini juga menyehatkan.

Pada anak-anak, sebaiknya terapkan aturan waktu menonton TV atau bermain video games maksimal 2 jam per hari. Hal ini berguna agar mereka tidak banyak menghabiskan waktu untuk duduk terlalu lama.

Dengan mengetahui bahaya duduk terlalu lama, mulai sekarang usahakanlah untuk lebih aktif dan bergerak lebih banyak, ya! Walau mungkin awalnya sulit, lakukanlah tips-tips di atas setiap hari hingga kamu terbiasa melakukannya seumur hidup.

Namun, tak cukup sampai di situ. Agar tubuhmu tetap sehat dan bugar, terapkan pula pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan kesehatanmu dan kebiasaan duduk terlalu lama, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter, ya. Dokter akan memberikan penjelasan yang sesuai dengan kondisimu.

Duduk Terlalu Lama, Mungkin Ini Penyebab Utama Sakit Pinggang

 Sakit pinggang pasti membuat kamu merasa tidak nyaman, ya? Aktivitas yang kamu lakukan tidak maksimal, karena harus menahan rasa nyeri setiap saat. Lumbago, istilah medis untuk gangguan kesehatan ini tak hanya terjadi pada lansia, tetapi juga di kalangan remaja dan dewasa.

Penyebab utama sakit pada pinggang ini bisa berasal dari berbagai faktor. Bisa saja, kamu terlalu lama berdiri, mengangkat beban terlalu berat, atau terlalu lama duduk. Biasanya, rasa nyeri ini bisa hilang dalam waktu beberapa hari. Meskipun begitu, ada beberapa kondisi ketika sakit pinggang bisa menimbulkan komplikasi yang serius dan perlu segera ditangani.

Adapun gejala sakit pinggang yang kamu rasakan bergantung pada apa yang menyebabkan kamu mengalaminya. Namun, gejala umumnya seperti panas, kesetrum, nyeri, terasa kesemutan, hingga kaku pada area sekitar pinggang. Mulanya, pinggang terasa sedikit pegal, tetapi lama-kelamaan timbul rasa sakit seperti menusuk yang membuat kamu sulit bergerak, bahkan untuk berdiri pada posisi tegak.

Kondisi ini terjadi karena terdapat otot yang menegang setelah kamu melakukan aktivitas berat. Rasa sakit yang muncul bisa ringan, bisa juga menyakitkan. Pada beberapa kasus, sakit pinggang bisa menjalar hingga ke bagian kaki, telapak kaki, dan pinggul. Dari berbagai penyebab, sakit pinggang paling umum terjadi karena ligamen atau otot terkilir karena kamu bergerak berlebihan.

Sakit Pinggang karena Terlalu Lama Duduk

Seperti halnya ketika kamu mengangkat benda atau beban yang berat, sakit pinggang juga bisa muncul ketika kamu duduk terlalu lama. Pasalnya, posisi tubuh yang kurang tepat bisa berpengaruh terhadap kondisi kesehatan kamu. Salah duduk bisa mengakibatkan cedera pada sendi, kompresi pada tulang belakang, dan otot ligamen.

Lalu, Bagaimana Mengatasinya?

Cara termudah mengatasi sakit pinggang karena terlalu lama duduk pastinya dengan tidak duduk berlama-lama. Kalau kamu merasa sudah terlalu lama duduk, sebaiknya berdiri dan berjalanlah sebentar untuk meregangkan otot. Kamu cukup membutuhkan waktu 5 menit untuk melakukannya sebelum kembali duduk dan bekerja.

Lalu, jangan duduk dalam satu posisi saja. Ubah posisi duduk kamu kira-kira setiap 30 menit sekali. Pasalnya, duduk dalam posisi yang sama dalam waktu lama bisa memicu terjadinya otot pinggang menjadi kaku, sehingga kamu bisa lebih mudah mengalami sakit pinggang. Pastikan pula kamu memilih kursi yang tepat, tentunya yang memiliki sandaran pada bagian punggungnya. Kamu juga bisa menambahkan bantal untuk membuat duduk lebih nyaman.

Satu lagi, jangan lupa berolahraga agar berat badan tetap terjaga. Berat badan berlebih tentu akan membuat tekanan tubuh bertambah, sehingga sakit pinggang akan lebih rentan menyerang. Olahraga yang kamu lakukan tidak perlu berat, berjalan kaki setiap hari selama 30 menit saja cukup, kok.

Sekarang, kamu tahu bahwa duduk terlalu lama bisa picu terjadinya sakit pinggang. Jadi, sebisa mungkin hindari penyebabnya supaya kamu tidak mengalaminya.

Disini Kami Merekomendasikan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli Yang Mengandung Batu Tourmaline Yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa Untuk Menjadi Sumber Muatan Listrik Yang Mampu Memancarkan Gelombang Inframerah Dan Ion Negatif . Saat Ini Telah Di Ketahui Sebagai Fakta Batu Tourmaline Dapat Membantu Proses Detoksifikasi Tanpa Terlihat. Untuk Itu Jaga Selalu Kesehatan Pinggang Anda Dengan Menggunakan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli.

Cara Mengatasi Sakit Pinggang Saat Bangun Tidur

7 Penyebab Sakit Pinggang Saat Bangun Tidur dan Cara Mengobatinya

Pernahkah Anda mendapati sakit pinggang saat bangun tidur?
 
Seberapa sering Anda merasaknnya?
 
Nyeri punggung pada pagi hari tersebut ternyata tak bisa dianggap sepele. Penyebab sakit pinggang saat bangun tidur pasalnya tak hanya karena ada masalah pada posisi tidur atau penempatan bantal dan kasur, tapi bisa juga menjadi gejala kondisi medis.
Mengidentifikasi dan mengetahui penyebab rasa sakit ini kiranya penting dilakukan untuk menentukan cara yang paling tepat dalam mengatasinya.
Melansir berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab sakit pinggang saat bangun tidur dan cara mengatasinya:
1. Penyakit cakram degeneratif
 
seiring bertambahnya usia seseorang, keausan alami pada cakram di sumsum tulang belakang dapat menyebabkan penyempitan kanal tulang belakang lumbar.
 
Dokter merujuk penyempitan ini sebagai artritis tulang belakang atau penyakit cakram degeneratif.
 
Penyakit cakram degeneratif dapat menekan saraf tulang belakang, mengakibatkan rasa sakit, kaku, dan mobilitas berkurang yang biasanya memengaruhi bagian punggung bagian bawah atau leher.
 
Rasa sakit dapat berkisar dari ringan hingga sangat parah, dan dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh.
Gejala bisa lebih buruk di pagi hari dan bahkan dapat mengganggu tidur.
 
Gejala lain dari penyakit cakram degeneratif dapat meliputi:
 
  • Kelemahan otot tungkai atau telapak kaki
  • Mati rasa dan kesemutan di lengan dan kaki
  • Rasa sakit yang mungkin bertambah buruk dengan duduk, mengangkat, atau menekuk
  • Rasa sakit yang membaik dengan berjalan, bergerak, atau mengubah posisi

Cara mengobati:

Pilihan pengobatan untuk mengobati sakit pinggang akibat penyakit cakram degeneratif, antara lain yakni:

  • Mengambil penghilang rasa sakit bebas resep, seperti ibuprofen, naproxen, dan acetaminophen
  • Kompres es dan panas
  • Terapi fisik
  • Mencoba terapi alternatif, seperti akupunktur atau terapi chiropractic
Kompres es dan panas
Terapi fisik
Mencoba terapi alternatif, seperti akupunktur atau terapi chiropractic
2. Fibromyalgia
 
Fibromyalgia adalah gangguan kronis yang dapat menyebabkan rasa sakit atau nyeri di berbagai bagian tubuh, termasuk sakit punggung dan sakit pinggang.
 
Gejala-gejala lain dari fibromyalgia dapat termasuk:
  • Kelelahan
  • Kesulitan tidur
  • Masalah memori dan konsentrasi
  • Sindrom iritasi usus
  • Sakit kepala
  • Mati rasa dan kesemutan di lengan dan kaki
Cara mengobati:
 
Pilihan pengobatan untuk mengobati sakit pinggang akibat penyakit cakram degeneratif, antara lain yakni:
  • Mengambil penghilang rasa sakit bebas resep, seperti ibuprofen, naproxen, dan acetaminophen
  • Kompres es dan panas
  • Terapi fisik
  • Mencoba terapi alternatif, seperti akupunktur atau terapi chiropractic
Jika gejala penyakit cakram degeneratif seseorang parah, dokter dapat merekomendasikan pendekatan bedah, seperti penggantian diskus atau fusi tulang belakang.
3. Bangun dari tempat tidur dengan cara yang salah
 
Bagaimana seseorang bangun dari tempat tidur bisa menjadi sangat penting untuk mencegah rasa sakit atau nyeri pinggang saat bangun tidur di pagi hari.
 
Bahkan jika seseorang cukup istirahat, beranjak terlalu cepat atau terlalu membungkuk ketika bangun dari tempat tidur dapat menyebabkan ketegangan pada punggung.
 
Cara mengobati:
 
Untuk mengurangi risiko sakit punggung dan kekakuan pada pagi hari karena hal ini, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:
 
  • Pertama, bergerak perlahan ke tepi tempat tidur
  • Lalu, gunakan tangan untuk menopang badan, pindahkan ke posisi duduk dengan kaki menggantung di sisi tempat tidur
  • Setelah menunggu beberapa detik untuk menyesuaikan dengan posisi ini, perlahan-lahan letakkan kaki di lantai dan baru berdiri
4. Terlalu lelah pada hari sebelumnya
 
Seseorang harus memperhatikan postur tubuh mereka selama dan setelah melakukan kegiatan.
 
Olahraga teratur dapat membantu memperkuat punggung dan mengurangi nyeri punggung, tetapi melakukannya secara berlebihan dapat menyebabkan sakit pinggang saat bangun tidur.
 
Jadi, penting bagi siapa saja untuk senantiasa memperhatikan postur tubuh mereka selama dan setelah aktivitas fisik yang intens, baik untuk bekerja atau olahraga.
 
Pemanasan dan pendinginan yang benar juga dapat membantu mengurangi nyeri punggung dan kekakuan otot pada hari berikutnya.
 
Untuk sakit pinggang yang berhubungan dengan olahraga, menempelkan kompres dingin atau panas ke daerah yang terkena sakit dan mengambil obat antiinflamasi OTC, seperti ibuprofen dan naproxen, dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan tersebut.
5. Salah posisi tidur
 
Beberapa posisi tidur dapat menyebabkan ketegangan tambahan pada pinggang, pinggul, dan leher.
 
Namun, tidak selalu perlu bagi seseorang untuk sepenuhnya mengubah posisi tidur mereka yang biasa.
 
Sebagai gantinya, Anda dapat mencoba menempatkan bantal di sekitar tubuh untuk mendukung posisi tidur yang menurun Anda nyaman.
 
Sebagai contoh:
 
  • Bagi yang terbiasa tidur menghadap samping, Anda dapat menempatkan bantal di antara kedua kaki untuk lebih menyelaraskan pinggang dan tulang belakang Sedangkan bagi yang terbiasa tidur tengkurap, bantal bisa diletakkan di bawah perut bagian bawah untuk mengurangi kelengkungan di punggung bawahBagi yang terbiasa tidur terlentang, Anda dapat mencoba meletakkan bantal di bawah lutut untuk menyelaraskan tulang belakang lebih baik dan mengurangi sakit pinggang.
  • Bagi yang terbiasa tidur menghadap samping, Anda dapat menempatkan bantal di antara kedua kaki untuk lebih menyelaraskan pinggang dan tulang belakang
  • Sedangkan bagi yang terbiasa tidur tengkurap, bantal bisa diletakkan di bawah perut bagian bawah untuk mengurangi kelengkungan di punggung bawah
Jika gejala tidak membaik dengan penggunaan bantal, Anda mungkin mengalami sakit pinggang karena penyebab lain.
6. Kasur tidak mendukung
 
Kasur yang tidak sepenuhnya menopang berat badan atau bentuk tubuh seseorang dapat menjadi penyebab sakit pinggang saat bangun tidur.
 
Sebagai solusi, coba Anda ganti kasur Anda dengan yang lebih baik.
 
Produsen produk tempat tidur pada umumnya menyarankan agar orang mengganti kasur setiap 10 tahun sekali.
 
Tanda-tanda bahwa kasur perlu diganti mungkin termasuk kendur yang terlihat atau muncul lekukan yang tetap setelah terinjak.
 
Saat membeli kasur baru, penting untuk memilih kasur yang nyaman dan mendukung penuh.
 
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kasur dengan kekencangan sedang mungkin paling baik untuk orang dengan nyeri pinggang kronis.
7. Kehamilan
 
Melansir Health Line, sakit pinggang umum terjadi pada wanita selama proses kehamilan.
 
Beberapa wanita mungkin mengalami rasa sakit ini pada usia kehamilan 8 minggu, tetapi kemungkinan besar akan menjadi masalah antara bulan kelima dan ketujuh.
 
Kehamilan dapat menyebabkan ketegangan pada otot punggung bawah.
 
Setelah tidur dalam waktu yang lama, nyeri pinggang ini bisa menjadi lebih buruk di pagi hari, menyebabkan kekakuan yang berkepanjangan dan otot tegang.
 
Untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan, cobalah meregangkan dan menggunakan kaki Anda untuk berdiri daripada menekan punggung Anda.
 
Jika rasa sakit Anda berlanjut, kompres hangat dapat membantu meringankan ketidaknyamanan.

Tapi Sekarang Anda Tidak Perlu Khawatir Lagi Sakit Pinggang Karena Disini Kami Merekomendasikan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli Yang Mengandung Batu Tourmaline Yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa Untuk Menjadi Sumber Muatan Listrik Yang Mampu Memancarkan Gelombang Inframerah Dan Ion Negatif. Saat Ini Telah Di Ketahui Sebagai Fakta Batu Tourmaline Dapat Membantu Proses Detoksifikasi Tanpa Terlihat. Untuk Itu Jaga Selalu Kesehatan Pinggang Anda Dengan Selalu Menggunakan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli.

Sakit Pinggang Saat Bangun Tidur

Sakit Pinggang Saat Bangun Tidur, Apa Saja Gejalanya ?

Sering sakit pinggang saat bangun tidur bisa membuat hari Anda terganggu. Hal yang lebih buruk, bisa jadi Anda tidak tahu alasan di balik sakit pinggang yang Anda alami tersebut. Padahal, dengan mengetahui penyebabnya dapat membantu Anda mencari cara untuk mengatasinya.

Keluhan sakit pinggang dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti masalah otot, ginjal, saraf, atau tulang belakang. Bila menyebar hingga kaki, dapat disebabkan oleh terjepitnya saraf.

Penyebab Sakit Pinggang Saat Bangun Tidur

Ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan Anda merasakan sakit pinggang saat bangun tidur, yaitu:

Penyakit Cakram Degeneratif

Usia yang semakin tua dapat menjadi penyebab keausan pada cakram di sumsum tulang belakang. Kondisi ini bisa mengakibatkan penyempitan kanal tulang belakang. Dokter merujuk penyempitan ini sebagai artritis tulang belakang atau penyakit cakram degeneratif.

Penyakit cakram degeneratif dapat menekan saraf tulang belakang, mengakibatkan rasa sakit, dan berkurangnya mobilitas yang biasanya memengaruhi punggung bagian bawah atau leher. Rasa sakit dapat berkisar dari ringan hingga sangat parah, dan bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, Anda disarankan untuk segera berobat ke dokter. Pertolongan sejak dini dapat membantu menurunkan risiko komplikasi.

Fibromyalgia

Fibromyalgia adalah gangguan kronis yang dapat menyebabkan nyeri di berbagai bagian tubuh. Hingga saat ini, penyebab fibromyalgia masih belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, riset terkini mengatakan bahwa penyakit ini berhubungan dengan adanya gangguan pada sistem saraf pusat.

Selain sakit pinggang, gejala-gejala lain fibromyalgia adalah kelelahan, insomnia, masalah memori dan konsentrasi, sakit kepala, sindrom iritasi usus besar, serta mati rasa dan kesemutan di lengan dan kaki.

Karena penyebabnya masih belum diketahui, fibromyalgia juga masih belum bisa diatasi hingga tuntas. Pengobatan hanya ditujukan untuk membantu mengendalikan gejala yang dialami penderita.

Bangun dari Tempat Tidur dengan Tidak Semestinya

Cara Anda bangun dari tempat tidur bisa menjadi vital untuk mencegah rasa nyeri di pagi hari. Bahkan jika seseorang cukup istirahat, membangunkan badan terlalu cepat atau menekuk terlalu jauh ke depan ketika bangun tidur dapat membuat ketegangan di area punggung, terutama bagian bawah.

Untuk mengurangi risiko sakit pinggang saat bangun tidur, Anda bisa melakukan gerakan perlahan ke tepi tempat tidur. Kemudian, bangun menggunakan bantuan lengan untuk pengungkit, pindahkan ke posisi duduk dengan kaki menggantung di sisi tempat tidur.

Setelah mengambil beberapa detik untuk menyesuaikan dengan posisi ini, perlahan-lahan letakkan kaki di lantai dan berdiri.

Posisi Tidur yang Buruk

Jika posisi tidur Anda salah, sakit pinggang saat bangun tidur bisa tak terhindarkan. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus mengubah total posisi tidur Anda yang biasa.

Sebagai gantinya, penggunaan bantal dapat membantu Anda. Tempatkan bantal di sekitar tubuh Anda untuk menopang dengan lebih baik saat tidur dalam posisi yang dirasa paling nyaman.

Kasur yang tidak sepenuhnya menopang berat badan atau bentuk tubuh seseorang dapat menyebabkan Anda terbangun dengan sakit punggung atau sakit pinggang.

Produsen kasur umumnya menyarankan agar Anda mengganti kasur mereka setiap 10 tahun atau lebih. Tanda-tanda bahwa kasur perlu diganti, termasuk kendur yang terlihat atau adanya lekukan.

Saat membeli kasur baru, penting untuk memilih kasur yang nyaman dan mendukung penuh tubuh Anda.

Aktivitas Berat

Riwayat aktivitas atau olahraga berat yang membebani otot serta struktur lain di pinggang dan sekitarnya, dapat menyebabkan rasa nyeri. Aktivitas ini misalnya angkat beban atau olahraga intens mendadak di luar kebiasaan.

Penting untuk memperhatikan postur aktivitas dan olahraga yang baik dan benar, serta menyesuaikan intensitas kegiatan sesuai dengan kemampuan. Biasakan untuk melakukan pemanasan dan peregangan sebelum dan sesudah olahraga.

Untuk sakit pinggang terkait olahraga, Anda bisa mencoba mengatasinya dengan mengompres hangat atau dingin pada area yang nyeri. Obat antinyeri dapat dikonsumsi jika nyeri tidak juga mereda.

Osteomalasia

Osteomalasia adalah kondisi di mana tulang melemah akibat kurangnya vitamin D yang sangat parah. Alhasil, Anda mengalami nyeri tulang kronis yang berkepanjangan.

Nyeri ini dapat memburuk saat bangun pagi hari setelah tubuh berada pada posisi yang sama sepanjang malam, sehingga bisa menjadi penyebab sakit pinggang saat bangun tidur.

Terapi untuk kondisi osteomalasia adalah penambahan suplemen vitamin D dan kalsium untuk memperkuat tulang. Tentunya kondisi ini perlu dikonsultasikan ke dokter spesialis ortopedi agar dapat ditangani dengan saksama.

Kami Disini Merekomendasikan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli Yang Mengandung Batu Tourmaline Yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa Untuk Menjadi Sumber Muatan Listrik Yang Mampu Memancarkan Gelombang Inframerah Dan Ion Negatif . Saat Ini Telah Di Ketahui Sebagai Fakta Batu Tourmaline Dapat Membantu Proses Detoksifikasi Tanpa Terlihat. Untuk Itu Percayakan Kesehatan Pinggang Anda Dengan Selalu Menggunakan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli.

6 Cara Meredakan Rasa Sakit di Tulang Ekor

6 Cara Meredakan Rasa Sakit di Tulang Ekor yang Bisa Dilakukan di Rumah

Pernahkah Anda merasakan sakit di tulang ekor? Rasa sakitnya biasanya cukup tajam dan akan mengganggu aktivitas. Bahkan buang air besar, seks, dan menstruasi akan lebih menyakitkan saat tulang ekor Anda bermasalah. Saat tulang ekor sakit, Anda bisa meredakannya dengan berbagai cara berikut ini.

Redakan tulang ekor sakit dengan perawatan rumahan ini

Tulang ekor tepatnya berada di bagian bawah tulang belakang (coccyx). Rasa sakit di bagian tubuh yang satu ini biasanya disebabkan oleh trauma pada tulang ekor saat jatuh, duduk terlalu lama di permukaan yang keras atau sempit, persalinan normal, dan adanya perubahan pada sendi karena faktor usia.

Ketika tulang ekor sakit, berikut beberapa cara yang bisa membantuMeredakannya :

1. Kompres panas atau berendam air panas

Suhu yang hangat bisa membantu meredakan ketegangan otot penyebab tulang ekor sakit. Biasanya, tulang ekor yang sakit disertai dengan otot yang tegang. Akibatnya, rasa nyeri yang dirasakan semakin menjadi-jadi.

Adapun sumber panas yang bisa diberikan seperti botol berisi air panas, bantal pemanas, koyo, hingga berendam air hangat. Anda juga bisa mencoba sitz bath (merendam area bokong di air hangat) untuk meredakan nyeri. Pilihlah sumber panas yang sekiranya paling membuat Anda nyaman.

2. Kompres dingin

Kompres es bisa membantu meredakan rasa nyeri di tulang ekor akibat cedera atau trauma. Sensasi dingin ini sangat efektif membantu mengurangi peradangan di awal cedera. Jika peradangan ini sudah diredakan di awal, biasanya rasa sakit di hari-hari selanjutnya tidak akan terlalu menusuk.

Anda bisa mengompres tulang ekor dengan es batu. Caranya, bungkus es batu dengan handuk kemudian taruh di bagian yang terasa sakit. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan kompres es plastik (cold pack) yang dijual bebas di pasaran.

3. Menggunakan bantal tambahan

Ganjal bantal bisa membantu mengurangi tekanan ketika duduk saat tulang ekor sakit. Namun, bukan bantal biasa yang digunakan. Bantal berbentuk U atau V-lah yang umumnya cukup membantu meringankan rasa sakit.

Bantal tambahan ini bisa Anda gunakan saat menyetir, di kantor, di kelas, atau di rumah. Kapan pun Anda duduk dan butuh penyangga di bagian bokong, gunakanlah bantal tambahan yang nyaman.

3. Minum obat NSAID

NSAID adalah obat antiradang nonsteroid yang digunakan untuk membantu mengatasi gangguan muskuloskeletal. Obat ini khususnya bekerja cukup ampuh meredakan nyeri, demam, dan peradangan. Untuk itu, Anda juga bisa minum obat NSAID untuk membantu mengurangi peradangan di sekitar tulang ekor.

Obat ibuprofen (Advil), naproxen (Aleve), dan inhibitor COX-2 bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengurangi rasa sakit.

4. Mengubah pola makan

Jika nyeri tulang ekor disebabkan atau diperparah oleh sembelit, yang perlu Anda lakukan ialah mengubah pola makan. Mulai sekarang, Anda harus lebih banyak makan serat dan minum air. Dengan begitu, masalah pencernaan Anda sedikit demi sedikit bisa teratasi dengan baik.

5. Hilangkan kebiasaan yang tidak sehat

Mengubah kebiasaan harian Anda bisa membantu meredakan rasa sakit. Lantas, kebiasaan mana yang perlu diubah? Tentu saja berbagai kebiasaan yang memberikan tekanan berlebih pada tulang ekor, misalnya duduk terlalu lama.

Jika selama ini Anda selalu duduk di depan komputer dalam waktu lama, mulai sekarang sering-seringlah bangun dan bergerak. Anda juga bisa mulai menggunakan bantal tambahan saat duduk untuk sedikit meringankan beban tulang ekor saat menumpu tubuh bagian atas. Selain itu, Anda juga bisa menyesuaikan postur tubuh saat duduk agar tidak terlalu sakit.

6. Melakukan peregangan

Penelitian yang diterbitkan pada Journal of Bodywork and Movement Therapies menemukan fakta bahwa peregangan membantu meredakan rasa sakit saat duduk. Selain itu, peregangan juga membantu meningkatkan jumlah tekanan yang bisa ditahan di punggung bawah agar tak mudah sakit.

Adapun gerakan yang dilakukan sebaiknya difokuskan pada tulang belakang, otot piriformis (otot di bokong yang membentang ke paha bagian atas), dan iliopsoas (otot di daerah pinggul). Meregangkan ligamen yang melekat pada tulang ekor membantu mengurangi ketegangan otot di bagian tersebut.

Bila Anda Sudah Coba Cara Di Atas Namun Rasa Sakit Tetap Tidak Berkurang Jangan Khawatir Di Sini Kami Merekomendasikan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli Yang Mengandung Batu Tourmaline Yang Memiliki Kemampuan Luar Biasa Untuk Menjadi Sumber Muatan Listrik Yang Mampu Memancarkan Gelombang Inframerah Dan Ion Negatif. Saat Ini Telah Di Ketahui Sebagai Fakta Batu Tourmaline Dapat Membantu Proses Detoksifikasi Tanpa Terlihat. Untuk Itu Percayakan Kesehatan Pinggang Anda Dengan Menggunakan Alat Terapi Pinggang Lysmelora Asli.